Logo | Logo       

Menu

About Us

Home / About Us

About Us

International Resource Initiative

Yayasan Inisiative Sumberdaya Internasional atau dalam bahasa Inggris di sebut “ The International Resource Initiative” dengan pendekatan analisis dan rencana tindak lanjut bekerja simultan dengan tanggung jawab negara, pasar, dan masyarakat didalam mendorong demokrasi sosial dan pengurangan kemiskinan.

IRI bertujuan mengumpulkan dan bekerjasama dengan berbagai pusat sumberdaya internasional maupun lokal dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

IRI mendorong pemanfaatan sumberdaya internasional dan lokal secara optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan melalui pengembangan jembatan kemitraan global dan masyarakat Indonesia baik secara individu, organisasi maupun instansi pemerintah.

Dalam konteks Sumberdaya Manusia, disadari kini sistem pasar kerja telah mengalami banyak pergeseran. Hal ini disebabkan perubahan orientasi ekonomi global. Seiring menguatnya globalisasi, pasar kerja kini didorong ke arah bentuk yang lebih fleksibel (flexible labour market). Kondisi ini diyakini akan lebih menstimuli pertumbuhan ekonomi, terjadinya perluasan pemerataan kesempatan kerja, serta pendapatan masyarakat.

Artinya kondisi tersebut mensyaratkan peran negara dalam mengatur bekerjanya pasar kerja menjadi berkurang. Kondisi ini membutuhkan inisiative aktor - aktor diluar negara untuk melakukan "intervensi" bersama untuk memperteguh asumsi - asumsi positif tersebut.

Dari sisi permodalan, isu pembiayaan mengemuka dalam diskursus pembangunan ekonomi. Yang kerap muncul adalah kemampuan pemerintah dalam membiayai infrastruktur yang masih sangat rendah. Peningkatan stok modal fisik dan output inilah yang harus menjadi perhatian. Advokasi kebijakan disisi pemerintah, juga prakarsa penting lainnya terkait investasi dari swasta. IRI mendorong kebijakan yang mengintegrasikan swasta ke dalam komponen-komponen yang kompetitif, memprivatisasinya di pasar yang kompetitif dengan tetap mempertahankan kontrol regulasi.

IRI kemudian juga melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mesti dilakukan paralel dengan meningkatnya keterampilan dan pengetahuan manusia, sehingga perkembangan tersebut didorong untuk memperluas ruang lingkup aplikasinya sehingga memberikan dampak yang sangat luas terhadap bidang industri lainnya dan terhadap alat bantu (tools).

Hampir semua negara industri maju memberikan prioritas pada upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) industri dan teknologi khususnya dalam bidang teknologi manufaktur, teknologi produk maupun teknologi proses. Upaya negara-negara berkembang kini masih berorientasi pada peningkatan daya saing dalam rangka membuka akses menuju pasar internasional. Semestinya diarahkan pada pengembangan daur hidup suatu produk (product life cycle) yang terasa makin memendek, khususnya dalam bidang industri elektronika dan informatika.

Upaya pentingnya kemudian adalah bagaimana mendorong technology capability atau kemampuan teknologi, yakni bagaimana menggunakan teknologi secara efektif. Kemudian technology effort yakni kemampuan memilih, membaur, dan menyesuaikan yang diimpor dengan kondisi lokal atau bahkan menciptakan teknologi baru.

Yang tidak kalah penting, di sektor ekstraktif (minyak, gas dan mineral) telah menjadi perhatian penting baik tantangan maupun peluang. Disadari sumber daya alam telah kerap mendorong hadirnya persoalan social. Dari konflik kekerasan, kerusakan lingkungan, ketidak adilan gender dan ketidaksetaraan lainnya, juga fenomena pelintas batas. Namun bagi mereka yang mampu mendorong demokrasi (local) ada banyak kasus dimana pengelolaan sumber daya alam, peran masyarakat telah tumbuh secara berkelanjutan dan setara guna pembangunan sosial.

IRI dalam review, analisis kebijakan, kemudian mengembangkan rencana tindak lanjut bekerja diantaranya untuk perancangan dan implementasi dari tujuan apakah Negara dan stake holder dapat memanfaatkan sumber daya ekstraktif untuk pembangunan berkelanjutan. Bagaimana untuk mencapainya koonsisten berada dalam area kerangka hukum dan fiskal, memperkuat Sistem manajemen keuangan public, mekanisme alokasi pendapatan untuk tingkat pengembalian sosial yang tinggi.