//Beasiswa Salah Satu Cara Meningkatkan Daya Saing SDM

Beasiswa Salah Satu Cara Meningkatkan Daya Saing SDM

Jakarta (IRI) – Pendidikan merupakan salah satu faktor utama untuk dapat mencapai kemakmuran suatu negara, sebagaimana diatur secara tegas dalam pasal 31 ayat (1) Undang Undang Dasar 1945 (UUD 1945) yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

Untuk itu Pemerintah membagikan ribuan beasiswa untuk siswa dan mahasiswa yang berprestasi. Dari mulai program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hingga lembaga pendidikan swasta, menyebar beasiswa ke seluruh pelajar di Indonesia.

Menurut Presiden Joko Widodo beasiswa diberikan untuk meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Apalagi, saat ini pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah berada di depan mata.

“15 sampai 20 tahun yang akan datang akan terjadi persaingan yang sangat ketat, kita punya SDM kalau tidak dibenahi akan sulit memenangkan persaingan, persaingan ketat sudah ada, bukan lagi di depan mata, dimulai dengan MEA,” kata Jokowi seperti dilansir Republika.

Disamping meningkatkan daya saing siswa, beasiswa untuk mahasiswa ini bertujuan untuk menciptakan calon pemimpin yang baik. Beasiswa tersebut juga mengembangkan keterampilan dan kepedulian terhadap sesama.

Arya Sanjaya VP Development And Operational IRI Foundation melihat dalam konteks Sumberdaya Manusia, disadari kini sistem pasar kerja telah mengalami banyak pergeseran. Hal ini disebabkan perubahan orientasi ekonomi global. Seiring menguatnya globalisasi, pasar kerja kini didorong ke arah bentuk yang lebih fleksibel (flexible labour market). Kondisi ini diyakini akan lebih menstimuli pertumbuhan ekonomi, terjadinya perluasan pemerataan kesempatan kerja, serta pendapatan masyarakat.

Artinya kondisi tersebut mensyaratkan peran negara dalam mengatur bekerjanya pasar kerja menjadi berkurang. Kondisi ini membutuhkan inisiative aktor – aktor diluar negara untuk melakukan “intervensi” bersama untuk memperteguh asumsi – asumsi positif tersebut.

“Tanggung jawab membuka ruang dan akses pada pembelajaran yang gratis bagi siswa harus ditumbuh kembangkan. Tidak hanya negara namun juga pasar dan masyarakat sipil.” Ungkapnya.

Hal itu dipandang penting mana kala dengan SDM yang memadai kesempatan untuk mendorong technology capability atau kemampuan teknologi disektor industri menjadi lebih terbuka. Pada saatnya anak akan dapat menggunakan, memanfaatkan teknologi secara efektif. Memiliki technology effort, yakni kemampuan memilih, membaur, dan menyesuaikan yang diimpor dengan kondisi lokal atau bahkan menciptakan teknologi baru.

Sementara itu Head Of Executive Board Tanoto Foundation, Sihol Aritonang mengatakan seorang mahasiswa berprestasi harus disiapkan sejak awal masuk perguruan tinggi. Mahasiswa dengan kualifikasi ini adalah mereka yang memiliki kriteria sebagaimana terejawantah dalam simpulan tridarma perguruan tinggi, yakni mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik. Namun, juga didukung keterampilan hidup dan kepedulian terhadap sesama.

“Tantangan seorang mahasiswa tentu berbeda setiap zaman. Sayangnya, banyak di antara mereka yang sejak awal memikul tanggungjawab sejarah dan peran strategis di masa depan tidak sadar dengan status kemahasiswaannya ini”, kata Sihol dalam keterangannya, Kamis (30/11).

Realitas itulah yang mendasari Tanoto Foundation, kata Sihol, untuk merancang sebuah program, yang tak hanya memberikan beasiswa. Selain sistem monitoring dan evaluasi akademik terhadap peserta beasiswa secara teratur setiap semester, Tanoto Foundation juga membekali para peserta beasiswanya dengan berbagai kemampuan pendukung (soft skills) agar mereka siap menjadi mahasiswa berprestasi di bidang apapun.